Pengaruh IT Terhadap Kebiasaan Kita Dalam Membaca

Di abad ke-21 ini, peranan IT sangat besar terhadap perkembangan kebudayaan manusia dalam segala aspek. IT bisa membuat orang-orang merubah kebiasaan hidupnya untuk mempermudah menyelesaikan masalah.Dengan adanya IT hal-hal seperti mengirim surat, berjumpa dengan orang yang dikangenin, menyimpan dan berbagi  informasi yang luar biasa banyak , dan macam-macam kegiatan lainnya bisa dilakukan dengan seefektif dan seefisien mungkin. 

Salah satunya yang akan saya bahas mengenai dampak IT pada kebudayaan kita yaitu pada kegiatan yang selalu dilakukan setiap orang di dunia di mana pun dan kapan pun yaitu budaya  MEMBACA .


Sebelum ada TEKNOLOGI INFORMASI, kita biasa membaca ya.. dari buku (hehe..) maksud saya buku dalam bentuk fisik. Kalau kita penggemar buku kita pasti punya seabreg-abreg koleksi buku yang pastinya butuh tempat penyimpanan, butuh perawatan, dan butuh uang banyak(uangnya ya untuk menyediakan tempat penyimpanan buku, perawatan buku, dan beli buku lebih banyak lagi :D ). Kalau kita cari berita kita baca koran atau majalah, baca pengumuman dari papan yang ditulis manual, flyer, brosur dan lain - lain yang menggunakan bahan dasar kertas.

Kini setelah ada Teknologi Informasi kita bisa lebih mudah untuk membaca informasi yang kita inginkan. Catatan, novel, majalah, makalah ilmiah ditulis dalam bentuk digital yaitu e-book (berupa .pdf, .epub, dll) dan dapat kita baca dengan menggunakan e-book reader dan bahkan kini sudah banyak perangkat elektronik yang disematkan fitur untuk membaca e-book seperti PC, smartphone, mp3/mp4 player.

Berita, artikel atau pengumuman bisa kita lihat melalui situs dengan menggunakan internet, kita tidak harus berlangganan koran atau majalah. 

Dahulu baca buku : 













Sekarang baca buku :














Dahulu baca berita :











Sekarang baca berita :











Dampak positif pengaruh IT terhadap budaya membaca ini :

  • Mengurangi penebangan pohon dan penggunaan sumber daya alam dalam proses pengolahan pohon-pohon yang ditebang menjadi buku-buku yang kita baca
  • Harga buku jadi lebih murah karena tentunya tanpa biaya bahan mentah dan biaya produksi berkurang (ini penting buat pelajar seperti saya yang ga mampu beli buku apalagi buku impor, hehehe...)
  • biaya perawatan lebih sedikit, tidak makan tempat, praktis dong ...
  • tidak ada istilah buku lecek, sobek, rusak, dll yang ada file buku kita hilang atau gadgetnya yang rusak

Dampak negatif pengaruh IT terhadap budaya membaca ini :

  • mudah dibajak, bisa saja kita hanya membeli satu buku lalu kita kopi file bukunya dan kita sebar luaskan (dijual lagi misalnya)
  • Orang jadi lebih mudah melakukan plagiat terhadap tulisan orang lain

Perubahan kebiasaan ini belum begitu terasa di Indonesia karena rakyat Indonesia belum semuanya melek Teknologi , juga karena alasan biaya( walaupun harga bukunya jadi lebih murah tapi belum semua mampu membeli perangkat yang memiliki fitur membaca buku secara digital ).

Saya sih berharap sudah banyak buku Indonesia dibuat secara digital, selain bisa lebih hemat, efisien, juga GO Green !

No comments:

Post a Comment